Join! Log In
Shopping Cart Order Status
 
 
Health Updates « kembali ke Health Updates
 

Mencegah Kebiasaan Mengompol Pada Anak


Dalam istilah kedokteran, mengompol juga dikenal sebagai enuresis, yaitu ketidakmampuan mengontrol keluarnya air seni—baik dalam keadaan tertidur maupun terjaga. Namun, ini bukan masalah yang bisa Bunda selesaikan dengan mengomeli ataupun menghukum si kecil. Tetap beri ia dukungan untuk mengatasi kebiasaan mengompol.

Menggunakan alas atau perlak pada kasur bisa membuat anak salah paham, mengira ia diperbolehkan mengompol di situ. Begitu pula penggunaan pampers tidak akan mempercepat proses mengatasi kebiasaan mengompol. Jika anak sudah memasuki usia 2 tahun, Bunda sebaiknya membantu dia melepaskan ketergantungan pada perlak ataupun pampers untuk tidur.

Caranya, batasi konsumsi minuman pada malam hari, terutama minuman yang mengandung kafein seperti teh, cokelat, maupun soda. Buat pula jadwal rutin ke kamar mandi, setidaknya setiap 30 menit sebelum waktunya tidur. Jangan lupa beri dia pujian tiap kali ia berhasil tidak mengompol karena ini akan memupuk efek psikologis bahwa mengatasi kebiasaan mengompol merupakan prestasi yang harus ia pertahankan.

Menghukum anak dengan tidak membolehkannya tidur di kasur juga bukan solusi yang bijak untuk mengatasi kebiasaan mengompol. Namun, bukan berarti Bunda membebaskannya begitu saja dari tanggung jawab. Libatkan dia dalam kegiatan membersihkan bekas mengompolnya, baik ketika mencuci seprai maupun menjemur kasur.

Buat suasana kerja sama jadi menyenangkan, seolah-olah itu adalah aktivitas bermain bersama. Mungkin ia memang belum cukup besar untuk benar-benar membantu, tapi melihat Bunda kerepotan karena ulahnya akan membuat dia berusaha untuk tidak mengulanginya lagi. Akan tetapi, jangan sesekali sengaja membuat si kecil merasa bersalah karena itu hanya akan menekan rasa percaya dirinya.

Di samping itu, ada pula kasus mengompol yang disebabkan oleh faktor biologis. Misalnya kapasitas kandung kemih yang lebih kecil dari anak-anak lain sehingga sensasi ingin buang air kecil lebih sering muncul. Atau, mungkin produksi hormon antidiuretik (pencegah pembentukan air seni) dalam diri si kecil tidak memadai. Jika demikian, mungkin Bunda perlu membawanya untuk terapi hipnosis. Yang jelas, si kecil butuh dukungan dan ketelatenan Bunda untuk membantunya mengatasi kebiasaan mengompol.

Posted Nov 18, 2011 09:11 am  • 52 views  • 0 comments  • 0 
Baca juga « Back to Health Updates
»  Cara Tepat Mengatasi Batuk Pada Anak
»  Amankah Anak Menelan Pasta Gigi ?
»  Jam Tidur Sama, Anak Yang Bangun Siang Cenderung Gemuk
 
Isi Komentar
Nama Image Verification 
*) silahkan ketik 2 kata acak yang muncul
Email
Komentar
 

List Komentar
Feb 01, 2012 18:47 am • by naz
Always great to get some pivtoise feedback! Perhaps you’d like to share with us 10 artists you really like so we can all get a sense of what your house looks like – I take it you were referring to MY house… The idea wasn’t actually to give anyone a sense of what my house looks like – we’re hear to support and discuss the work of artists registered on the site and I think that every one of the artists I chose this week deserves to be highlighted.
Feb 01, 2012 18:48 am • by naz
Always great to get some pivtoise feedback! Perhaps you’d like to share with us 10 artists you really like so we can all get a sense of what your house looks like – I take it you were referring to MY house… The idea wasn’t actually to give anyone a sense of what my house looks like – we’re hear to support and discuss the work of artists registered on the site and I think that every one of the artists I chose this week deserves to be highlighted.
Feb 03, 2012 08:47 am • by xannon
Articles like this really garese the shafts of knowledge.
 
 
 
 
 

Login

Daftar

Lupa Password

Akun Saya

Status Pesanan

Keranjang Belanja Saya

Cara Belanja

Tarif Pengiriman

Konfirmasi Pembayaran

Pembayaran Mudah

Testimonial

FAQs

Tentang Kami

Kenapa Pucebebe

Berita Terbaru

Rekening Kami

Syarat Dan Ketentuan

Hubungi Kami

 
Pucebebe.com © 2009-2012 ver5.3 • Mobile Version