Join! Log In
Shopping Cart Order Status
 

Blog Preview « kembali ke list
 

Yang Boleh Dan Tidak, Untuk Makanan Balita Anda.


Perhatikan Bahan Makanan Untuk Bayi Anda!

Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya bayi Anda, maka keingintahuannya
makin besar untuk mengambil makanan dari piring Anda - dan Anda akan lebih
tertantang untuk mengenalkan variasi makanan kepadanya. Namun tidak semua
makanan aman bagi anak Anda. Ada yang dapat menimbulkan bahaya tersedak, ada
juga yang tidak baik bagi sistem pencernaan anak Anda yang masih berkembang,
dan yang lainnya berpotensi sebagai pencetus alergi. (Beberapa keluarga
cenderung lebih sensitif terhadap alergi dibandingkan keluarga lainnya. Jika
keluarga Anda termasuk salah satunya, simak terus anjuran mengenai berapa
lama menunda pemberian jenis makanan tertentu.) Berikut adalah jenis makanan
yang dihindari berdasarkan tahapan usia anak.

Makanan yang Dihindari Hingga Usia 6 Bulan

Semua makanan cair maupun padat: American Academy of Pediatrics (AAP),
WHO, UNICEF, dan hampir seluruh badan kesehatan serta dokter spesialis anak
menganjurkan bahwa Anda memberikan ASI (atau susu formula) ke bayi Anda
untuk 6 bulan pertama.

Makanan yang Dihindari Hingga Usia 8 Bulan

  • Makanan dengan kandungan nitrat yang tinggi
    Makanan seperti ini dapat menyebabkan sindrom bayi biru*, sehingga AAP
    menganjurkan untuk berhati-hati dan menunggu hingga usia 8 bulan atau lebih
    sebelum Anda memasak sayuran yang memiliki kandungan nitrat yang tinggi.
    Yang termasuk dalam kelompok ini adalah sayuran berdaun hijau dan sayuran
    berumbi. Kandungan nitrat pada sayuran berdaun hijau lebih tinggi
    dibandingkan sayuran berumbi. Contoh sayuran berdaun hijau adalah bayam,
    selada, brokoli, kale, kubis, dan sayuran hijau lainnya. Sedangkan sayuran
    berumbi contohnya adalah bit, wortel, dan buncis; serta daging-dagingan
    seperti hotdog, ham, bacon, bologna, dan salami.
  • Kuning Telur
    Studi menunjukkan bahwa kuning telur yang dimasak hingga matang bisa
    diperkenalkan pada pola makan berimbang untuk bayi mulai usia 8 bulan tanpa
    menimbulkan tanda-tanda alergi dan meningkatnya kolesterol plasma. Namun
    karena risiko alergi makanan karena memakan putih telur, kebanyakan para
    pakar menganjurkan untuk tidak memberikan telur utuh ke anak-anak sebelum
    usia 12 bulan. Jadi Anda dapat memberikan telur rebus matang atau orak-arik
    telur/omelet selama Anda hanya menggunakan kuning telur (dan tentu saja susu
    formula, keju, dan mentega). Karena adanya risiko keracunan makanan akibat
    salmonella, pastikan untuk memasak kuning telur hingga benar-benar matang.

Makanan yang Dihindari Hingga Usia 9 Bulan

  • Keju dan yogurt
    Keju dan yogurt sangat baik dan merupakan makanan dasar untuk pola makan
    anak yang sehat. AAP menganjurkan untuk mengenalkan yogury pada anak pada
    usia 9-12 bulan. Meskipun susu sapi sebaiknya dikonsumsi setelah usia 1
    tahun sambil tetap mengkonsumsi ASI atau susu formula, yogurt lebih mudah
    dicerna dan merupakan makanan tambahan yang tepat. (Bayi yang berasal dari
    keluarga yang memiliki sejarah alergi protein susu, bukan intoleransi
    laktosa, sebaiknya menunggu hingga berusia 1 tahun.)
  • Gandum atau produk gandum
    Kebanyakan bayi dapat mengkonsumsi gandum (seral, roti) ketika mereka
    berusia sekitar 6 hingga 8 bulan, namun gandum adalah pencetus alergi
    biji-bijian yang paling umum. Jadi jika Anda cemas mengenai kemungkinan
    alergi ini, sebaiknya memang ditunda hingga bayi Anda berusia 12 bulan.

Makanan yang Dihindari Hingga Usia 12 Bulan

  • Susu sapi
    Tetap berikan ASI atau susu formula hingga bayi Anda berusia 1 tahun.
    Mengapa? Bayi Anda belum dapat mencerna protein dalam susu sapi sebelum
    berusia 1 tahun. Selain itu susu sapi tidak mengandung semua zat gizi yang
    dibutuhkan bayi dan justru mengandung mineral dalam jumlah yang dapat
    merusak ginjalnya.
  • Buah-buahan berasa masam dan berry
    Memperkenalkan buah-buahan berasa masam dan berry sebelum usia 12 bulan
    dapat mencetuskan reaksi alergi, terutama jika ada bakat alergi di keluarga
    Anda.
  • Putih telur
    Sekarang Anda dapat memberikan kuning telur ke bayi Anda, namun tunggulah
    hingga ia berusia 1 tahun sebelum memberikan putih telur yang kaya akan
    protein karena ada kemungkinan bayi Anda alergi terhadapnya. Bahkan jika
    memang ia berisiko tinggi terkena alergi, sebaiknya ditunda hingga ia
    berusia 2 tahun.
  • Madu dan sirup jagung
    Kedua jenis makanan ini dapat menjadi tempat berkembangbiaknya spora
    Clostridium botulinum (botulisme) dan sebaiknya dihindari hingga bayi Anda
    setidaknya berusia 12 bulan. Saluran usus orang dewasa dapat mencegah
    tumbuhnya spora bakteri ini, namun pada bayi spora tersebut dapat tumbuh dan
    menghasilkan zat racun yang membahayakan jiwa.
  • Ikan
    Ikan, terutama yang bertulang, dikenal sebagai pencetus alergi pada bayi.
    Seringkali dianjurkan untuk memberikan ikan hanya jika bayi berusia 1 tahun.
    Banyak yang menyarankan untuk menunggu hingga usia 3 tahun. Namun ada juga
    yang menyatakan bahwa ikan aman dikonsumsi bayi berusia 9-10 bulan. Alasan
    lain menunda pemberian ikan pada bayi adalah kandungan merkuri yang mungkin
    terdapat pada ikan. Saat pertama kali mengenalkan ikan, penting untuk
    memilih tipe ikan berdaging putih. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter
    anak Anda sebelum Anda memberikan ikan, terutama kerang-kerangan.
  • Kerang-kerangan
    Yang termasuk kelompok ini adalah lobster, tiram, dll. Jenis ini dapat
    mencetuskan alergi dan menyebabkan reaksi alergi yang mematikan. Oleh karena
    itu para pakar menganjurkan untuk menunda pemberian kerang-kerangan hingga
    bayi Anda berusia 1 tahun. Kerang-kerangan sebaiknya tidak diberikan pada
    anak yang cenderung alergi hingga berusia 3 tahun atau lebih.
  • Selai kacang
    Kacang merupakan pencetus alergi yang utama. Sebaiknya tunggulah hingga
    anak Anda berusia lebih dari 1 tahun sebelum Anda mengenalkan selai kacang.
    Jika Anda atau suami Anda alergi pada kacang, tunggulah hingga anak Anda
    berusia setidaknya 3 tahun sebelum diperkenalkan pada selai kacang.
  • Kacang dan sejenisnya (seperti pecan dan walnut)
    Jika sepertinya bayi Anda berisiko terkena alergi, sebaiknya tunggulah
    hingga ia berusia 3 atay 4 tahun sebelum memberinya kacang; jika tidak ia
    dapat mulai mengkonsumsinya ketika ia berusia 12 bulan, selama diberikan
    dalam bentuk pure atau selai kacang. (Potongan kacang dapat menimbulkan
    risiko tersedak.) Pengenalan kacang dan sejenisnya berdasarkan usia
    bervariasi. Umumnya usia pengenalannya adalah:
    - Setelah 1 tahun untuk anak yang tidak sensitif/alergi terhadap makanan;
    - Setelah 2 tahun untuk anak yang sensitif/alergi terhadap makanan.
  • Jagung
    Banyak yang mengatakan bahwa jagung sebaiknya diberikan setelah usia 12
    bulan. Salah satu alasannya adalah jagung berpotensi mencetuskan alergi.
    Alasan lainnya adalah jagung dapat menyebabkan bahaya tersedak.
    Memperkenalkan jagung setelah usia 12 bulan sebagai makanan cemilan lebih
    tepat dilakukan karena pada usia tersebut bayi seharusnya sudah dapat
    mengunyah pipilan jagung dengan benar. Pada tahun pertama kehidupannya,
    penting bagi bayi untuk memperoleh semua zat gizi yang diperlukan.
    Sebenarnya jagung hanya memiliki kandungan gizi sedikit. Sebagian besar
    massanya terdiri dari ampas dan diangap sebagai makanan tanpa kalori.
    Sebaiknya memang menunggu pemberian jagung karena sebenarnya jagung sulit
    dicerna dan cenderung akan dikeluarkan dalam bentuk yang sama saat dimakan.
  • Kedelai
    Kandungan proteinnya yang tinggi membuat kedelai dapat mencetuskan alergi
    pada bayi. Banyak bayi yang alergi susu juga akan bereaksi yang sama pada
    kedelai. Oleh karena itu penggunaan susu kedelai untuk bayi yang alergi susu
    tidak dianjurkan. Satu-satunya cara untuk mencegah gejala yang berkaitan
    dengan alergi pada kedelai adalah menghindari makanan yang bahan bakunya
    dari kedelai.

Makanan yang Dihindari Hingga Usia 24 Bulan

  • Coklat
    Alergi coklat yang sebenarnya jarang ditemukan, dalam hal ini orang alergi
    pada bijih coklat. Kebanyakan reaksi alergi terhadap coklat disebabkan
    intoleransi atau alergi pada satu atau lebih bahan atau zat penambah pada
    coklat. Ini termasuk kedelai, lesitin, susu, sirup jagung, gluten, kacang,
    zat pemberi rasa dan warna, yang juga merupakan pencetus alergi. Jika bukan
    bahan tersebut, kotoran tikus atau serangga lainnya kadangkala ditemukan
    dalam coklat. Hindari pemberian coklat hingga anak Anda berusia 24 bulan.
  • Susu rendah lemak
    Anak Anda masih membutuhkan kandungan lemak dan kalori yang tinggi dari
    susu untuk pertumbuhan dan perkembangan. Begitu ia berusia 24 bulan (dan tak
    memiliki masalah perkembangan), Anda dapat mulai memberikan anak Anda susu
    dan hasil produksinya yang berlemak rendah.
  • Makanan yang menjadi pencetus alergi bagi orangtua si anak
    Sebaiknya tundalah pengenalan makanan yang menjadi pencetus alergi bagi
    Anda dan suami/istri Anda. Jika Anda menyusui, hindarilah memakan semua
    jenis kacang-kacangan dan mungkin telur serta susu agar dapat membantu
    menunda atau mencegah alergi pada bayi Anda.
  • Bahaya tersedak
    Daftar makanan berikut ini berbahaya karena bayi Anda belum memiliki gigi
    dan belum menguasai sepenuhnya pergerakan mulut/lidah; memberikan makanan
    jenis ini terlalu awal dapat berisiko tercekik. Dianjurkan untuk memberikan
    makanan di bawah ini hingga anak Anda berusia 2 atau 3 tahun.

    o       Hot dog: Saat Anda memberikan daging pada bayi Anda, ingatlah
    bahwa ia dapat dengan mudah  tersedak akibat potongan hotdog kecuali jika
    Anda memotongnya seukuran kecil. (Jika Anda memberikan hot dog, cobalah yang
    untuk vegetarian sebagai alternatif makanan yang lebih sehat.)

    o       Potongan besar buah, sayur (matang atau mentah), atau daging: Yang
    teraman adalah yang seukuran biji kapri.

    o       Buah-buahan dan sayuran keras dan mentah seperti wortel:
    Kebanyakan buah-buahan dan sayuran sebaiknya dipotong-potong atau dimasak
    dalam ukuran kecil hingga bayi Anda berusia 12 bulan. Dengan demikian
    makanan tersebut tidak tersangkut di tenggorokan anak Anda. Hal yang sama
    juga perlu dilakukan untuk celery dan buncis. Saat bayi Anda berusia 12
    bulan, ia dapat mulai memakan buah dan sayuran yang dipotong/dijus.

    o       Keju bongkahan: Potonglah keju hingga berbentuk sangat kecil atau
    serpihan

    o       Anggur utuh: Potonglah anggur, tomat ceri, dan melon dalam
    potongan kecil sebelum diberikan. Buah yang utuh dapat tersangkut di
    tenggorokan anak Anda.

    o       Makanan yang kecil dan keras: Permen keras seperti gulali,
    kacang-kacangan (selain yang ditumbuk halus), brondong jagung, permen loli,
    kismis dan buah-buahan kering lainnya, biji-bijian, dan permen karet
    berpotensi menimbulkan bahaya tersedak.

    o       Beberapa jenis makanan empuk dapat tersangkut dalam tenggorokan
    anak Anda, seperti marshmallow, permen lunak, selai kacang, permen karet

    o       Makanan yang sulit dikunyah dan ditelan: keripik kentang atau
    jagung, potongan daging (misalnya sate), potongan daging bacon

    o       Hindari membiarkan anak Anda makan di mobil karena sulit untuk
    mengawasi sambil mengendarai mobil

    o       Janganlah makan sambil berjalan atau berlari
  • Makanan yang berpotensi tinggi menimbulkan alergi
    Kebanyakan anak dapat mengatasi alergi saat usia 1 tahun dan sudah tidak
    alergi lagi saat usia 3 tahun. Namun alergi pada makanan yang juga
    menimbulkan alergi pada orangtuanya dapat menetap selama bertahun-tahun.
    Oleh karena itu para ahli menganjurkan menunda memberikan putih telur hingga
    usia 2 tahun, kacang-kacangan, kerang-kerangan, ikan, dan kacang tanah
    (termasuk selai kacang) hingga bayi Anda berusia setidaknya 3 tahun.

 
« kembali ke list   Posted: Jan 26, 2010 22:01 am  • Azkaman  • 1457 views  • 0 comments
Baca juga « kembali ke list
»  Risiko Tindik Telinga Saat Masih Bayi
»  Benarkah Bayiku Terlambat Bicara? (Cara Bunda Bicara Lebih Menentukan )
»  Penyebab Bayi Susah Buang Air Besar (BAB)
 
Isi Komentar
Nama Image Verification 
*) silahkan ketik 2 kata acak yang muncul
Email
Komentar
 

 
 

Terbanyak dibaca
Jan 26, 2010 • 1458 views
Yang Boleh Dan Tidak, Untuk Makanan Balita Anda.
Perhatikan Bahan Makanan Untuk Bayi Anda! Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya bayi Anda, maka..
Aug 21, 2009 • 883 views
Informasi Perawatan Ibu Yang Baru Melahirkan
Setelah menjadi orangtua baru atau menjadi orangtua lama (duh belibet maksudnya yang udah jadi..

Terbanyak dikomentari
Aug 25, 2009 • 1 comments
Agar Janin Pintar
Sempet diulas di blog ini tentang trimester 1 kan, supaya kita banyak komunikasi sama janin, nah..
Feb 11, 2010 • 1 comments
Kenali Gejala Alergi Susu Sapi
Kenali Gejala Alergi Susu Sapi Bayi rentan alergi. Beberapa penelitian di beberapa Negara..

 
 
 

Login

Daftar

Lupa Password

Akun Saya

Status Pesanan

Keranjang Belanja Saya

Cara Belanja

Tarif Pengiriman

Konfirmasi Pembayaran

Pembayaran Mudah

Testimonial

FAQs

Tentang Kami

Kenapa Pucebebe

Berita Terbaru

Rekening Kami

Syarat Dan Ketentuan

Hubungi Kami

Yahoo Messenger Pucebebe (pucebebebabyshop@yahoo.com)

 
Pucebebe.com © 2009-2011 ver5.1 • Mobile Version