Ternyata Bakat Gemuk Sudah Ketahuan Saat Bayi Umur 6 Bulan
Kebanyakan orangtua merasa bangga jika bayinya gemuk, karena tampak lucu dan menggemaskan. Tapi hati-hati, kegemukan pada bayi di usia 6 bulan pertama bisa memprediksikan risiko obesitas dan berbagai komplikasinya di usia 5-10 tahun.
Risiko mengalami obesitas pada usia 5 tahun naik 2 kali lipat dan pada usia 10 tahun naik 75 persen jika bayi mengalami kenaikan berat badan hingga 20 persen dalam 2 tahun pertama kehidupannya. Risiko paling besar dialami jika peningkatan itu terjadi pada 6 bulan pertama.
Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian di Harvard Medical School, yang dilakukan oleh Dr Elsie Taveras. Penelitian ini melibatkan 44.622 anak berusia di bawah 11 tahun, yang ditemui di 14 pusat layanan kesehatan di Massachusset antara tahun 1980-2008.
"Temuan kami ini bertentangan dengan anggapan bahwa peningkatan berat badan pada bayi adalah hal yang normal," tulis Dr Taveras dalam sebuah publikasi di jurnal Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine seperti dikutip dari Foxnews, Rabu (9/11/2011).
Dr Taveras menambahkan, anak yang mengalami obesitas akan menghadapi berbagai risiko komplikasi kesehatan saat tumbuh dewasa. Berbagai penelitian menunjukkan, obesitas merupakan faktor risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi atau hipertensi, hingga gangguan jantung.
Untuk mencegahnya, Dr Taveras menyarankan agar dalam 6 bulan pertama anak hanya diberi Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif. Anak-anak juga sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsi makanan atau minuman manis, lalu didorong untuk lebih banyak bergerak daripada menghabiskan waktunya untuk main video games.
Selain pada 6 bulan dan 2 tahun pertama, bayi juga bisa mengalami kegemukan sejak dilahirkan atau sering disebut dengan istilah baby fat. Kondisi ini biasanya terjadi ketika ibunya mengalami diabetes atau kelebihan kadar gula dalam darah semasa hamil.
|